BAB III
TEKNIK-TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
3.1
Teknik Wawancara
Wawancara
(interview) telah di akui sebagai teknik pengumpulan data / fakta yang penting
dan banyak di lakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara
memungkinkan analisis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk
mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang di wawancarai
(interview).
a.
Mempersiapkan Wawancara
1. Aturlah pertemuan dengan oreng yang akan di wawancarai
terlebih dahulu.
2. Utarakan maksud dari wawancara.
3. Aturlah waktu wawancara yang paling tepat supaya tidak
mengganggu kerja dari orang yang di wawancarai.
4. Buatlah jadwal wawancara terlebih dahulu, bila
wawancara akan di lakukan beberapa kali atau oleh pewawancara yang berbeda dan
orang yang di wawancarai juga berbeda.
5. Buatlah suatu panduan wawancara (iterview guide)
supaya wawancara dapat berjalan dengan lancar. Interview guide adalah daftar pengecekan
(checklist) dari pertanyaan–pertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara
serta penjadwalan waktunya.
b.
Melakukan Wawancara
1.
Mengenalkan
diri terlebih dahulu siapa sebenarnya anda
2.
Menjelaskan
tujuan dari wawancara dan hubungannya dengan proyek sistem informasi yang
sedang di kembangkan.
3.
Menjelaskan
peranan–peranan yang akan di berikan oleh orang yang di wawancarai dari hasil
wawancara.
4.
Jagalah
suasana wawancara tetap santai, tetapi terarah dan menyenangkan.
5.
Meminta
ide–ide atau pendapat yang mungkin belum di ungkapkan.
6.
Pada
akhir wawancara, bacakan rangkuman–rangkuman dari hasil wawancara dan mintalah
kepada yang di wawancarai untuk membetulkan bila ada hal–hal yang tidak sesuai.
7.
Ucapkanlah
terima kasih bila wawancara telah selesai serta mintalah kesediaan kembali
untuk di hubungi atau untuk diadakan wawancara lagi bilamana perlu.
c.
Kelebihan dan
Kekurangan Teknik Wawancara
·
Kelebihan
1.
Pewawancara dapat
secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada
saat itu. Jika menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan
“probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dapat
mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang
tepat ditanyakan saat itu, maka dapat menundanya.
2.
Pewawancara dapat
mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku
lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
3.
Pertanyaan dapat
diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian
secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
4.
Jawaban tidak dibuat
oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
5.
Kuesioner umumnya
berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat
ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
6.
Pewawancara dapat
memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan.
·
Kekurangan
1.
Mengadakan wawancara
dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga
mungkin biaya.
2.
Interview Bias :
Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam
menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik,
status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan
juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
3.
Keberhasilan
wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan
hubungan antar manusia (human relation).
4.
Wawancara tidak
selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi
ribut dan ramai
5.
Sangat tergantung
pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang
mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
6.
Jangkauan responden
relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang
relatif yang lebih mahal.
3.2
Teknik Observasi
Observasi
atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup efektif
untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung suatu
kegiatan yang sedang di lakukan.
a.
Petunjuk Melakukan Observasi
Untuk
melakukan observasi, hal-hal berikut harus di lakukan :
1. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan di lakukan,
meliputi :
-
Apa
yang akan di observasikan,
-
Dimana
letak observasi
-
Kapan
observasi akan di lakukan
-
Siapa
yang melaksanakan observasi ini
-
Siapa
yang akan di observasi
-
Bagaimana
melaksanakan observasi ini.
2. Minta ijin terlebih dahulu dari manajer atau pegawai–pegawai
yang terlibat.
3. Bertindaklah dengan rendah hati (low profile).
4. Lengkapilah dengan catatan selama observasi
berlangsung.
5. Kaji ulanglah hasil observasi dengan individu–individu
yang terlibat.
b.
Kelebihan dan
kekurangan teknik observasi
·
Kelebihan
1.
Data yang dikumpulkan
melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi
dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya
dari individu-individu.
2.
Dapat melihat
langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit
kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
3.
Dapat menggambarkan
lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan,
penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
4.
Dapat mengukur
tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
satu unit pekerjaaan tertentu.
·
Kekurangan
1.
Umumnya orang yang
diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan
pekerjaannya dengan tidak semestinya.
2.
Pekerjaan yang sedang
diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau
kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume
kegiatan tertentu.
3.
Dapat mengganggu
proses yang sedang diamati.
4.
Orang yang diamati
cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering
menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.
3.3
Teknik Daftar Pertanyaan (Questioner)
Adalah
suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan–pertanyaan untuk tujuan khusus yang
memungkinkan analisis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari
responden–responden yang di pilih. Daftar
pertanyaan kemudian akan di kirim kepada responden yang akan mengisinya sesuai
dengan pendapat mereka. Penggunaan daftar pertanyaan ini mendapat banyak
kritikan karena meragukan hasilnya. Akan tetapi untuk mengumpulkan data dari
jumlah sumber yang banyak, cara ini lebih efisien di bandingkan teknik
pengumpulan data yang lain.
a.
Tipe Dari Daftar Pertanyaan
Ada
dua macam format dari daftar pertanyaan, yaitu format bebas (free format) dan
format pasti (fixed format). Dalam suatu daftar pertanyaan dapat hanya
berbentuk format bebas saja atau format pasti
saja atau berisi gabungan dari keduanya.
1.
Daftar pertanyaan format bebas
Berisi
dengan pertanyaan–pertanyaan yang harus di isi oleh responden di tempat yang
sudah disediakan.
2.
Format pasti
Berisi
dengan pertanyaan–pertayaan yang jawabannya sudah pasti dengan memilih jawaban
yang tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk di
tabulasi dan di isi oleh responden. Daftar pertanyaan tipe ini mempunyai
beberapa bentuk pertanyaan.
a.
Check–Off Question
Macam
dari pertanyaan ini di buat sehingga responden dapat memerikasa (check–off)
jawaban–jawaban yang sesuai.
b.
Yes/No Question
Macam
dari pertanyaan–pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab ‘ya’ atau
‘tidak’.
c.
Opinion / Choice Question
Macam
dari pertanyaan–pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan
pendapatnya.
b.
Petunjuk Membuat Pertanyaan
1. Rencanakanlah terlebih dahulu fakta-fakta atau
opini–opini apa saja yang ingin di kumpulkan
2. Berdasarkan fakta–fakta atau opini–opini tersebut,
tentukanlah tipe dari daftar pertanyaan yang paling tepat untuk masing–masing
fakta atau opini tersebut.
3. Tuliskanlah pertanyaan-pertanyaan yang akan di ajukan.
4. Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang kecil
terlebih dahulu.
5. Perbanyaklah dan distribusikanlah daftar pertanyaan
yang sudah di anggap baik ini.
c. Kelebihan dan kekurangan teknik Questioner
·
Kelebihan
1. Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode
pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
2. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah
merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
3. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada
responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang
sukar dijawab.
4. Dengan angket responden dapat lebih leluasa
menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
·
Kekurangan
1. Apabila penelitian
membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
2. Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya
terpancang pada pertanyaan yang ada.
3. Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh
oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah
diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan
dilain nomor.
4. Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari
apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
5. Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari
responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena
keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
dalam teknik quisioner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar